Nama : wiwik astria
Nim : 1349040019
Kls : A
“Integrasi Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam Proses
Pembelajaran dan Kesenjangan Penggunaan TIK di Indonesia”ICT dalam pendidikan
memiliki peran yang sangat penting. Di samping
sebagai pendukung kinerja sistem pendidikan, ICT juga bermanfaat sebagai media
pendidikan. Pendidikan ICT bagi anak usia dini telah membawa kita pada cara
yang baru dalam mengembangkan teknologi pembelajaran.
Mengkaji
pendidikan ICT pada anak usia dini ini memiliki banyak persepsi, diataranya,
pemanfaatan ICT sebagai media belajar atau mengajarkan ICT pada mereka. Namun
demikian, keduanya terkadang saling berhubungan walaupun banyak juga perbedaan
dalam segi orientasi dan pemanfaatan.
A.
ICT
DAN ANAK USIA DINI
Bagaimana cara pemberian IT
pada Anak Usia Dini?
Teknologi bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda, yang
memiliki sisi positif dan negatif. Sehingga implementasinya pun akan berbeda
pada setiap usia perkembangan anak.
Pada anak usia dini 0 – 8 tahun sesuai dengan konvensi anak
dunia, serta 0 – 6 tahun menurut konsep pendidikan yang ada di Indonesia, maka
banyak cara mengenalkan teknologi pada anak usia dini, yaitu :
1. Usia 0 – 2 tahun: Pada perkembangan anak usia ini, anak
mulai belajar mendengar dan mengenal sekitarnya, dari rangsangan-rangsangan
yang ditimbulkan melalui gerakan, serta suara. Kemudian anak mulai
menirukan ketika mereka mulai belajar berbicara. Pemberian IT pada usia
anak demikian, dapat melalui multimedia dengan cara diputarkan lagu-lagu rohani
atau lagu anak. Mengenalkan warna juga dapat melalui multimedia dengan
memutarkan film-film kartun anak, yang tentunya mendidikan. Mengapa? Karena
film-film kartun saat ini pun memiliki unsur warna yang beragam, sehingga anak
dapat mengenalnya walau tidak sekaligus, tetapi warna-warna yang dominan. Hal
ini pun dapat membantu pembentukan karakter anak.
2. Usia 3 – 4 tahun: Pada usia ini, anak mulai
menggunakan kalimat yang hampir lengkap, hal ini dapat dilihat dari cara
mereka menanyakan sesuatu hal. Menurut Piaget, cara anak mengajukan pertanyaan
menunjukkan perkembangan kognitif seorang anak. Pada anak yang berasal dari
latar belakang orang tua otoriter, anak kurang belajar berbicara,
ketimbang dalam keluarga yang demokratis, dimana anak bukan saja belajar
“mendengar” tetapi juga “didengar”. Oleh karenannya penting
diberikan IT melalui multimedia, dengan cara seperti pada usia anak 0 – 2
tahun, tetapi cara pembelajarannya sedikit meningkat disesuaikan dengan usia
anak yang telah dapat menerima rangsangan lebih banyak. Misalnya mulai
diajarkan melafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an, atau dikenalkan cerita-cerita
Kitab Suci melalui film-film, tentu saja perlu pendampingan orang tua sehingga
dapat terlihat sejauh mana anak mampu untuk belajar. Semakin banyak
kesempatan anak belajar untuk berbicara, dapat membantu anak menumbuhkan rasa
percaya dirinya sehingga pada usia sekolah mereka dapat mengenalkan dan mengungkapkan
dirinya secara lisan.
3. Usia 5 – 6 tahun: Pada usia ini, pengenalan dunia IT
sudah lebih meningkat. Pengenalan dapat berupa pengenalan perangkat keras
komputer (hardware) yang bisa dilihat dan dipegang langsung oleh anak, misalnya
: CPU, Monitor, Mouse, Keyboard dan Printer. Pengenalan perangkat keras
ini juga dilengkapi dengan penjelasan fungsi dari masing-masing alat dengan
cara langsung dipraktekkan (learning by doing).
4. Usia 7 – 8 tahun: pada usia ini, pengenalan dunia IT
sudah masuh pada tingkat program interaktif, dimana anak sudah bisa
berinteraksi dengan program aplikasi pembelajaran.
B.
ICT
sebagai Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin
dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti
perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari
pengirim ke penerima pesan.Pemanfaatn ICT sebagai media pembelajaran merupakan
hal yang baru dalam pendidikan. Hal tersebut tentu diiringi oleh perkembangan
zaman saat ini. Dikeluarkannya komputer mini (netbook) oleh pabrikan komputer
di dunia yang niat awalnya didistribusikan untuk kunsumsi pelajar, merupakan
salah satu jalan bagi dunia pendidikan dalam memanfaatkan ICT tersebut.
Walaupun saat ini pemanfaatnya telah berkembang. Clark mengklasifikasinnya
media dalam pembelajaran menjadi 5 perspektif, yaitu:
1. Media sebagai teknologi dan mesin
2. Media sebagai tutor
3. Media sebagai alat sosialisasi
4. Media sebagai motivator dalam belajar
5. Media sebagai alat mental untuk berpikir dan memecahkan
masalah
Proses belajar mengajar pada
hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber
pesan melaluisaluran atau media tertentu penerima pesan. Pesan, sumber pesan,
saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi.
Pesan yang dikomunikasikan adalah sebuah informasi.
a. Jenis dan Karakteristik Media
Sedangkan untuk media sendiri memiliki taksonominya yaitu:
Ciri utama media dibagi menjadi 3
unsur pokok, yaitu, suara, visual dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga,
yaitu gambar, garis, dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang
dapat ditangkap dengan indra penglihatan. Di samping itu Bretz juga membedakan
antara media siar (telecomunikation) dan media rekam (recording) sehingga
terdapat 8 klasifikasi, yaitu : 1) media audio visual gerak, 2) media audio
visual diam, 3) media audio semi gerak, 4) media visual gerak, 5)media visual
diam, 6)media semi gerak, 7) media audio, 8) media cetak.
Menurut Sadiman karakteristik media terdiri dari:
·
Media
Grafis
Media grafis termasuk media visual
yang berkaitan dengan indra penglihatan. Pesan yang disampaikan dituangkan k
dalam sibol-simbol komunikasi visual. Diantara media grafis adalah gambar/foto,
sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, peta, papan buletin, dll,
·
Media
Audio
Media audio berkaitan dengan indera
pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang
auditif, baik verbal maupun non verbal. Jenis-jenis media audio diatnaranya
adalah radio, alat perekam pita magnetik, lab. Bahasa,
·
Media
Proyeksi Diam
Media proyeksi diam memiliki
persamaan dengan media grafik dalam arti penyajian rangsangan-rangsangan
penyajian visual. Perbedaanya adalah pada media grafis dapat secara langsung
berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan, pada media proyeksi pesan
tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihatoleh sasaran.
Diantara median proyeksi diam adalah film bingkai, film rangkai, media
transparansi, proyektor, mikrofis, film, tv, video.
Menurut Munada karakteristik media terdiri dari 4 macam
yaitu:
·
Media
Audio
Pembahasan tentang proses komunikasi
pembelajaran dengan menggunakan media audio tidak lepas dari pembahasan aspek
pendengaran. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendengarkan dari pada
untuk melakukan komunikasi lainnya. Pada tahun 1926 ditemukan bahwa 70% dari
waktu bangun kita dipakai untuk berkomunikasi, yaitu membaca, menulis,
berbicara, dan mendengarkan. Bila waktu yang digunakan untuk beraktivitas
tersebut di bagi-bagi, hasilnya menunjukkkan bahwa 42% dipakai untuk
mendengarkan, 32% untuk bercakap-cakap, 15% untuk membaca, dan 11% untuk
menulis.
Mendengarkan sesungguhnya suatu
proses rumit yang melibatkan empat unsur: (1) medengar, (2) memperhatikan, (3)
memahami, dan (4) mengingat. Jadi definisi mendengarkan adalah” Proses selektif
untuk memperhatikan, mendengar, memahami, dan mengingat simbol-simbol
pendengaran”.
1. Medengar. Mendengar merupakan proses
fisiologis otomatis penerimaan ransangan pendengaran. Dalam tahap inilah
gangguan fisik pada alat pendengaran seseorang dapat menimbulkan kesulitan
dalam proses mendengarkan. Mendengar merupakan proses dimana gelombang suara
masuk melalui telinga di bagian tengah telinga dan menimbulkan getaran-getaran
yang kemudian merangsang impuls-impuls saraf sampai ke otak.
2. Perhatian. Memperhatikan rangsangan di
lingkungan kita berarti memusatkan kesadaran kita pada rangsangan khusus
tertentu. Indra penerima secara konstan dihujani sekian banyak rangsangan
sehingga kita tidak mungkin menanggapi semuanya sekaligus pada saat yang sama.
Sel khusus dalam sistem syaraf kita (saraf penghambat) berfungsi membuang
sejumlah sensasi yang datang, menjauhkan sensasi-sensasi tersebut dari
kesadaran kita. Namun demikian, meskipun memiliki syaraf penghambat, kita masih
sering kali tidak mampu memusatkan perhatian pada satu peristiwa tunggal lebih
dari beberapa detik setiap kali, karena rangsangan yang lain biasanya berlomba
merebut perhatian kita. Fenomena ini -kita sering memperhatikan rangsangan
tertentu sambil membuang rangsangan yang lainnya- disebut perhatian selektif.
3. Memahami. Unsur ini adalah yang paling rumit
dalam mendengarkan. Memahami biasanya diartikan sebagai proses pemberian makna
pada kata yang kita dengar, yang sesuai dengan makna yang di maksudkan oleh si
pengirim pesan. Menapsirkan suatu pesan adalah memberi makna secara harfiah
pada pesan itu. Ini berdasarkan pada pemahaman atas gramatika bahasa,
pengenalan dan pemahaman atas maksud sumber (sinis, bergurau, serius),
pemahaman atau implikasi situasi (mencakup lingkungan fisik, hubungan dengan orang-orang
yang lainnya, dan iklim perjumpaan).
4. Mengingat. Kebanyakan tes mendengarkan
menguji berapa banyak kita dapat mengingat apa yang telah kita dengar dan kita
pahami. Mengingat adalah menyimpan informasi untuk diperoleh kembali.
b. Karakteristik Media Audio
Ciri utama dari media audio dituangkan dalam lambang
auditif, baik verbal maupun non verbal. Adapun kelebihannya adalah sebagai
berikut.
1. Mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dan
memungkinkan menjangkau sasaran yang luas.
2. mampu mengembangkan daya imajinasi pendengar.
3. mampu memusatkan perhatian anak pada penggunaan
kata-kata, bunyi, dan arti dari kata/bunyi tersebut.
4. dll.
Sedangkan kekurangan media audio adalah sifat komunikasinya
hanya satu arah. Memiliki kekuarang dari sudut perolehan informasi dalam
belajar.
·
Media
Visual
Media visual adalah media yang
melibatkan indra penglihatan. Terdapat dua jenis pesan yang dimuat dalam media
visual, yakni pesan verbal dan nonverbal. Pesan verbal-visual terdiri atas
kata-kata dalam bentuk tulisan dan pesan non verbal-visual adalah pesan yang
dituangkan ke dalam simbol-simbol nonverbal-visual. Secara garis besar
unsur-unsur yang terdapat pada media visual terdiri atas garis, bentuk, warna,
dan tekstur.
Pentingnya pesan verbal dalam
pembelajaran yaitu untuk melakukan pengeriman pesan melalui bahasa verbal untuk
menghasilkan makna. Kata-kata merupakan unsur dari bahasa yang dapat digunakan
sebagai simbol verbal. ”Kata” hanya akan mempunyai ”makna” setelah ia
diasosiasikan dengan ”refrensi/rujukan”.
·
Karakteristik
Media Visual
Pesan visual dapat dituangkan dalam bentuk: gambar,
grafik, diagram, bagan, peta. Sedangkan penyaluranpesan visual
verbal-nonverbal-grafis dapat dilakukan melalui: buku dan modul, komik, majalah
dan jurnal, poster, papan visual. Di samping itu pesan visual juga dapat berupa
benda asli atau tiruan (miniatur)
·
Media
Audio Visual
Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua jenis. Jenis
pertama, dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit,
dinamakan media audiovisual murni, seperti film gerak, video, televisi. Jenis
kedua adalah media audio visual tidak murni yakni apa yang kita kenal dengan
slide, OHP dan peralatan visual lainnya bila diberi unsur suara dari rekaman
kaset yang dimanfaatkan secara bersamaan dalam satu waktu atau satu proses
pembelajaran.
Salah satu media audiovisual adalah film. Dilihat dari
indera yang terlibat, film adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses
pembelajaran efektif. Apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga,
lebih cepat dan lebih mudah diingat dari pada apa yang hanya dilihat atau di
dengar saja. Manfaat dan karakteristik lainnya dari media film dalam
meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran, diataranya.
1. Mengatasi keterbetasan jarak dan waktu
2. Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara
realistis dalam waktu yang singkat.
3. Dapat diulang, untuk memperkuat pengingatan.
4. Mengembangkan pikiran dan pendapat.
c. Multimedia
Media dalam konteks pembelajaran
merupakan bahasa, maka multimedia dalam konteks tersebut adalah multibahasa,
yakni ada bahasa yang mudah dipahami oleh indra pendengaran, penglihatan,
penciuman, peraba dan lain sebagainya; atau dalam bahasa lain multimedia
pembelajaran adalah media yang mampu melibatkan banyak indera dalam satu organ
tubuh selama proses pembelajaran berlangsung.
·
Pemanfaatan
Multimedia Berbasis Komputer dalam Pembelajaran
Bentuk dari multimedia dalam pembelajaran antara lain :
1. Multimedia Presentasi
2. Program Multimedia Interaktif
3. Sarana Simulasi
4. Video Pelajaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar